ADAB-ADAB MEMBACA AL-QUR’AN

Posted: February 5, 2011 in Nutrisi Kalbu
Tags: , , ,

Setelah bermiswak dan berwudhu,hendaknya duduk di tempat yang sepi dengan penuh hormat dan kerendahan sambil menghadap kiblat.kemudian dengan menghadirkan hati dan khusyu, kita membaca Al-Qur’an dengan perasaan seperti kita sedang mendengarkan bacaan langsung dari ALLAH SWT. Jika kita mengerti maknanya, sebaiknya kita membacanya dengan tadabbur dan tafakkur. Apabila menemui ayat-ayat rahmat, hendaknya berdo’a untuk mengharap ampunan dan rahmat-NYA. Apabila menjumpai ayat-ayat adzab dan ancaman ALLAH SWT, hendaknya kita meminta perlindungan kepada-NYA karena tidak ada penolong selain ALLAH SWT. Apabila kita menemukan ayat tentang kebesaran dan kemuliaan ALLAH SWT, maka ucapkanlah SUBHANALLAH. Apabila kita tidak menangis ketika membaca Al-Qur’an, hendaknya kita berpura-pura menangis.

Seandainya tidak bermaksud untuk menghafal Al-Qur’an maka jangan membacanya terlalu cepat.hendaknya kita letakkan Al-Qur’an diatas bangku, bantal, atau di tempat yang agak tinggi. Pada waktu membaca Al-Qur’an kita tidak boleh berbicara dengan siapapun. Apabila ada keperluan berbicara ketika kita membaca Al-Qur’an maka kita harus menutupnya terlebih dahulu. Selesai berbicara kita awali lagi dengan membaca ta’awudz. Jika orang sekeliling kita sedang sibuk, sebaiknya kita membaca Al-Qur’an dengan suara pelan.apabila tidak ,lebih baik membacanya dengan suara keras.

Alim ulama telah menulis, ada enam adab lahiriah dan enam adab batiniah dalam membaca Al-qur’an.

Adab lahiriah

  1. membacanya dengan penuh rasa hormat, ada wudhu, dan duduk menghadap kiblat
  2. tidak membacanya terlalu cepat, tetapi dibaca dengan tajwid dan tartil
  3. berusaha menangis walaupun  terpaksa berpura-pura menangis
  4. memenuhi hak ayat-ayat adzab dan rahmat sebagaimana diterangkan di atas
  5. jika dikhawatirkan akan menimbulkan riya’ atau mengganggu orang lain sebaiknya membaca dengan suara pelan. Jika tidak sebaiknya membaca dengan suara keras
  6. bacalah dengan suara merdu karena banyak hadits yang menerangkan supaya kita membaca Al-Qur’andengan suara yang merdu

Adab batiniah

  1. mengagungkan Al-Qur’an di dalam hati sebagai kalam yang tertinggi
  2. memasukkan keagungan ALLAH SWT dan kebesaran-NYA karena Al-Qur’an adalah kalam-NYA
  3. menjauhkan rasa bimbang dan ragu dari hati kita
  4. membacanya dengan merenungkan makna setiap ayat dengan penuh kenikmatan.
  5. Hati kita mengikuti ayat-ayat yang kita baca. Misalnya, apabila kita membaca ayat-ayat rahmat, hendaknya hati kita merasa gembira dan senang. Sebaliknya ketika membaca ayat-ayat adzab, hati kita hendaknya merasa takut
  6. Telinga benar-benar di tawajuhkan seolah-olah ALLAH sendiri sedang berbicara dengan kita dan kita sedang mendengarkannya

Dikutip dari buku “ Himpunan Fadhilah Amal “ Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s