A. KONSEP DASAR MEDIS

I. DEFINISI

Fraktur adalah putusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan disebabkan oleh kekerasan ( E.Oerswari ,1989 )

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tu;ang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa ( Mansjoer, 2000 )

Fraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar sedang fraktur terbuka bila fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit dimana potensial untuk terjadinya infeksi ( Sjamsuhidayat , 1999 )

Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung ( kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian. Patah pada daerah ini dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak mengakibatkan penderita jatuh dalam keadaan syok ( FKUI, 1995 )

II. ETIOLOGI

Menurut Sachdeva ( 1996 ), penyebab fraktur dapat dibagi menjadi tiga yaitu :

1. cedera traumatik

Dapat disebabkan oleh cedera langsung ( pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang patah secara spontan ) maupun disebabkan cedera tidak langsung ( pukulan langsung berada jauh dari lokasi benturan ,misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur klavikula )

Bisa juga karena kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat

2. fraktur patologik

Dalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan berikut :

a. tumor tulang ( jinak atau ganas )

b. infeksi seperti osteomielitis

c. rakhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh defisiensi vit. D yang mempengaruhi suatu jaringan skelet lain biasanya disebabkan oleh kegagalan absorbsi vit.D atau oleh karena asupan kalsium atau posfat yang rendah.

3. secara spontan

Disebabkan oleh stress tulang yang terus-menerus misalnya pada penyakit folio dan orang yang bertugas di kemiliteran

III. KLASIFIKASI

1. Fraktur tertutup ( closed ) bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar

2. fraktur terbuka ( open / compound )bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar karena adanya perlukaan di kulit

3. fraktur complete : patah pada seluruh garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran ( bergeser dari posisi normal )

4. fraktur incomplete : patah hanya terjadi pada sebagian dari garis tengah tulang

5. jenis khusus fraktur :

a. bentuk garis patah :garis patah melintang, garis patah obliq, garis patah spiral, fraktur kompresi, fraktur avulsi

b. jumlah garis patah :

– fraktur komunitif : garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan

– fraktur segmental : garis patah lebih dari satu tetapi saling berhubungan

– fraktur multiple : garis patah lebih dari satu tetapi pada tulang yang berlainan

c. bergeser-tidak bergeser

– fraktur tidak bergeser : garis fatali kompli tetapi kedua fragmen tidak bergeser

– fraktur bergeser : terjadi pergeseran fragmen-fragmen fraktur yang juga disebut dilokasi fragmen ( smeltzer, 2001 )

IV. MANIFESTASI KLINIK

1. deformitas : daya tarik kekuatan otot menyebabkan fragmen tulang berpindah dari tempatnya ,perubahan keseimbangan dan contur terjadi seperti rotasi pemendekan tulang dan penekanan tulang

2. bengkak : edema muncul secara cepat dari lokasi dan ekstravasasi darah dalam jaringan yang berdekatan dengan fraktur

3. echimosis dari perdarahan subcutaneous

4. spasme otot , spasme involunteer dekat fraktur

5. tenderness/ keempukan

6. nyeri mungkin disebabkan oleh spasme otot berpindah tulang dari tempatnya dan kerusakan struktur di daerah yang berdekatan

7. kehilangan sensasi ( mati rasa , mungkin terjadi dari rusaknya saraf / perdarahan )

8. pergerakan abnormal

9. syok hipovolemik

10. krepitasi

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. foto rontgen : untuk mengetahui lokasi fraktur dan garis fraktur secara langsung tempat dan tipe fraktur

2. skor tulang tomography , skor CI , MRI : digunakan mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak

3. arteriogram dicurigai bila ada kerusakan vaskuler

4. hitung darah lengkap ,Ht mungkin meningkat ( hemokonsentrasi ) atau menurun ,peningkatan jumlah SOP adalah respon stress normal setelah trauma

5. profil koagulasi : perubahan dapat terjadi pada kehilangan darah transfusi multipel atau cedera hati ( Doenges , 1999 )

VI. PENATALAKSANAAN

1. fraktur reduction

– manipulasi / penurunan tertutup, manipulasi non bedah, penyusunan kembali secara manual dari fragmen-fragmen tulang terhadap posisi otonomi sebelumnya

– penurunan terbuka merupakan perbaikan tulang terusan penjajaran insisi pembedahan, memasukkan fiksasi internal dengan kawat, sekrup, peniti, plates, batang intramedulasi, dan paku

2. fraktur immobilisasi

– pembalutan gips

– fiksasi eksternal

– fiksasi internal

3. fraksi terbuka

– debridement dan irigasi

– imunisasi tetanus

– terapi antibiotik profilaktik

– immobilisasi

B. KONSEP DASAR KEPERAWATAN

I. PENGKAJIAN

a. sirkulasi

gejala : riwayat masalah jantung, GJK, edema pulmonal, penyakit vaskuler perifer, atau statis vasculer ( peningkatan resiko pembetukan thrombosis )

b. integritas ego

gejala : perasaan cemas , takut , marah, apatis, faktor-faktor stress multipel misal hubungan, finansial, gaya hidup

tanda : tidak dapat istirahat, peningkatan ketegangan / peka rangsang , stimulasi simpatis

c. makanan / cairan

gejala : insufisiensi pankreas / DM , predisposisi untuk hipoglikemia , malnutrisi termasuk obesitas , membran mukosa yang kering

d. pernapasan

gejala : infeksi , kondisi yang kronis, batuk, merokok

e. keamanan

gejala : alergi / sensitivitas terhadap obat, makanan , plester dan larutan, defisiensi imun , munculnya kanker / terapi kanker terbaru, riwayat keluarga tentang hipotermia, reaksi anestesia, riwayat penyakit hepatik, riwayat transfusi darah / reaksi transfusi

tanda : munculnya proses infeksi yang melelahkan , demam

f. penyuluhan / pembelajaran

gejala : penggunaan antikoagulasi, steroid, antribiotik, antihipertensi, antidisritmia, bronkodilator, diuretik, dekongestan, analgesik, anti inflamasi, anti konvulsan, transquilizer, penggunaan alkohol

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan post operasi fraktur ( wilkinson , 2006 ) meliputi :

1. nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang, gerakan fragmen tulang, edema dan cedera pada jaringan , alat traksi / immobilisasi, stress, ansietas

2. intoleransi aktivitas berhubungan dengan dispnea, kelemahan / keletihan , ketidakadekuatan oksigenasi, ansietas dan gangguan pola tidur

3. kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tekanan, perubahan status metabolik, kerusakan sirkulasi dan penurunan sensasi dibuktikan oleh terdapat luka / ulserasi, kelemahan, penurunan BB, turgor kulit buruk, terdapat jaringan nekrotik

4. hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri / ketidaknyamanan , kerusakan muskuloskeletal, terapi pembatasan aktivitas dan penurunan kekuatan / tahanan

5. risiko infeksi berhubungan dengan stasis cairan tubuh, respon inflamasi tertekan, prosedur invasif dan jalur penusukan, luka / kerusakan kulit , insisi pembedahan

6. kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan keterbatasan kognitif, kurang terpajan / mengingat , salah interpretasi normal

 

III. INTERVENSI KEPERAWATAN

NDx I tujuan : nyeri dapat berkurang atau hilang

Kriteria hasil : – nyeri berkurang atau hilang

–          Klien nampak tenang

Intervensi :

1. lakukan pendekatan pada klien dan keluarga

Rasional : hubungan yang baik membuat klien dan keluarga kooperatif

2. kaji tingkat intensitas dan frekuensi nyeri

Rasional : tingkat intensitas dan frekuensi nyeri menunjukkan skala nyeri

3. jelaskan pada klien penyebab dari nyeri

Rasional : memberikan penjelasan akan menambah pengetahuan klien tentang nyeri

4. observasi tanda-tanda vital

Rasional : untuk mengetahui perkembangan klien

5. melakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik

Rasional : merupakan tindakan dependen perawat dimana analgesik berfungsi untuk memblok stimulasi nyeri

NDx II tujuan : pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas

Kriteria hasil : – prilaku menampakkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri

–          Pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu

–          Koordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainnya baik

Intervensi :

1. rencanakan periode istirahat yang cukup

Rasional : mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan dan energi terkumpul dapat digunakan untuk aktivitas seperlunya secara optimal

2. berikan latihan aktivitas secara bertahap

Rasional : tahapan-tahapan yang diberikan membantu proses aktivitas secara perlahan dengan menghemat tenaga namun tujuan yang tepat , mobilisasi diri

3. bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan

Rasional : mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pulih kembali

4. setelah latihan dan aktivitas kaji respon pasien

Rasional : menjaga kemungkinan adanya respon abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan

NDx III Tujuan : mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai

Kriteria hasil : – tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus

–          Luka bersih, tidak lembab dan tidak kotor

–          Tanda-tanda vital dalam batas normal atau dapat ditoleransi

Intervensi :

1. kaji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka

Rasional : mengetahui sejauhmana perkembangan luka ,mempermudah dalam melakukan tindakan tepat

2. kaji lokasi, ukuran ,warna, bau serta jumlah dan tipe cairan luka

Mengidentifikasi tingkat keparahan luka akan mempermudah intervensi

3. pantau peningkatan suhu tubuh

Rasional : suhu tubuh yang meningkat dapat di identifikasikan sebagai adanya proses peradangan

4. berikan perawatan luka dengan tehnik aseptik

Rasional : membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terjadinya luka

5. jika pemulihan tidak terjadi kolaborasi tindakan lanjutan misalnya debridement

Rasional : agar benda asing / jaringan yang terinfeksi tidak menyebar luas pada area kulit normal lainnya

6. setelah debridement ganti balutan sesuai dengan kebutuhan

Rasional : balutan dapat diganti satu atau dua kali sehari tergantung kondisi parah tidaknya luka agar tidak terjadi infeksi

7.kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi

Rasional : antibiotik berguna untuk mematikan mikroorganisme pathogen pada daerah yang berisiko infeksi

NDx IV Tujuan : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal

Kriteria hasil : – penampilan yang seimbang

–          Melakukan pergerakan dan perpindahan

–          Mempertahankan mobilitas optimal yang dapat ditoleransi

Intervensi :

1. kaji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan

Rasional : mengidentifikasi masalah memudahkan intervensi

2. tentukan tingkat motivasi pasien dalam melakukan aktivitas

Rasional : mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan aktivitas

3. ajarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu

Rasional : menilai batasan kemampuan aktivitas optimal

4. ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM aktif dan pasif

Rasional : mempertahankan / meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot

5. kolaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi

Rasional : sbg narasumber untuk mengembangkan perencanaan dan mempertahankan / meningkatkan mobilitas pasien

NDx V Tujuan : infeksi tidak terjadi / terkontrol

Kriteria hasil : – tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus

–          Luka bersih tidak lembab dan tidak kotor

–          Tanda-tanda vital dalam batas normal / dapat ditoleransi

Intervensi :

1. pantau tanda-tanda vital

Rasional : mengidentifikasi tanda-tanda peradangan terutama bila suhu tubuh meningkat

2. lakukan perawatan luka dengan tehnik aseptik

Rasional : mengendalikan penyebaran mikroorganisme patogen

3. lakukan perawatan terhadap prosedur invasif seperti infus, kateter ,drainase luka dll

Rasional : untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial

4. jika ditemukan tanda infeksi, kolaborasi untuk pemeriksaan darah seperti Hb dan leukosit

Rasional : penurunan Hb dan peningkatan jumlah leukosit dari normal bisa terjadi akibat proses infeksi

5. kolaborasi untuk pemberian antibiotik

Rasional : antibiotik mencegah perkembangan mikroorganisme patogen

NDx VI Tujuan : pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi , efek, prosedur dan proses pengobatan

Kriteria hasil : – melakukan prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan dari suatu tindakan

–          Memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan

Intervensi :

1. kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya

Rasional : mengetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya

2. berikan penjelasan pada klien tentang penyakit dan kondisinya sekarang

Rasional : dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang klien dan keluarga akan merasa tenang dan mengurangi rasa cemas

3. anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanannya

Rasional : diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan

4. minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah diberikan

Rasional : mengetahui seberapa jauh pengalaman klien dan keluarga

IV. EVALUASI KEPERAWATAN

Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan post operasi fraktur adalah :

1. nyeri dapat berkurang / hilang setelah dilakukan tindakan keperawatan

2. pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas

3. mencapai penyembuhan luka pada waktu yang sesuai

4. pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal

5. infeksi tidak terjadi / terkontrol

6. pasien mengutarakan pemahaman tentang kondisi, efek prosedur dan proses pengobatan

 

V. DAFTAR PUSTAKA

Black,joyce M ,1993, medial surgical nursing, W.B sainders company : philadelphia

Boedihartono, 1994, proses keperawatan di rumah sakit, EGC : jakarta

Brooker, christine.2001, kamus saku keperawatan , EGC : jakarta

Brunner dan suddarth, 2002 , keperawatan medikal bedah, edisi 3, EGC : jakarta

Doenges, marilynn E, 1999, rencana asuhan keperawatan, edisi 3 , EGC : jakarta9

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s