Kisah syahidnya Anas bin Nadhar R.a

Posted: February 16, 2011 in Nutrisi Kalbu
Tags: , , ,

Anas bin Nadhar R.a adalah sahabat Nabi saw yang tidak menyertai perang Badar.Ia sangat menyesal dan sering memarahi dirinya sendiri karena tidak dapat menyertai peperangan yang pertama dan besar dalam sejarah Islam itu.Untuk itu ia sangat berharap dapat menebusnya pada pertempuran selanjutnya. Dan ternyata kesempatan itu datang pada perang Uhud. Ia turut serta sebagai pejuang yang gagah berani. Pada mulanya kaum Muslimin telah mendapatkan kemenangan dalam perang tersebut. Namun karena suatu kekhilafan,kaum Muslimin menderita kekalahan pada akhir perang.Kekhilafan itu adalah beberapa orang sahabat yang ditugaskan untuk berjaga di suatu tempat melalui sabda Nabi saw, “kalian jangan meninggalkan tempat ini dalam keadaan bagaimana saja, karena musuh dapat menyerang dari sana”

Pada permulaan perang kaum Muslimin telah memperoleh kemenangan dan kaum kafir melarikan diri. Melihat hal ini orang-orang yang telah ditunjuk oleh Nabi saw segera meninggalkan tempat tugas mereka. Mereka menyangka bahwa kaum Muslimin telah menang dan perang telah usai sehingga orang-orang kafir yang melarikan diri segera dikejar dan diambil harta rampasan perangnya.sebenarnya pimpinan pasukan telah melarang dan mengingatkan agar tidak meninggalkan bukit. “ia berkata “jangan tinggalkan tempat ini, Rasulullah saw telah melarangnya “ tetapi mereka menduga bahwa perintah Nabi saw itu hanya berlaku pada saat perang. Mereka pun turun ke medan perang meninggalkan bukit. Pada saat itulah pasukan kafir yang melarikan diri melihat bahwa tempat yang seharusnya dijaga oleh kaum Muslimin telah kosong maka mereka segera kembali dan menyerang kaum Muslimin dari arah sana. Hal ini sama sekali tidak diduga oleh kaum Muslimin sehingga mereka kalah dan terjepit dalam kepungan kaum kafir dari dua arah . keadaan menjadi kacau balau mereka berhamburan kesana kemari.

Anas R.a melihat Sa’ad bin Mu”adz r.a sedang berjalan maka Anas r.a berkata “hai Sa’ad, akan kemanakah engkau  ? demi Allah, aku mencium harum surga datang dari arah Uhud” setelah berkata demikian ia mengacungkan pedang di tangannya dan menyerbu ketengah kaum kafir sambil bertekad tidak akan berhenti berperang sebelum syahid dan ia pun syahid di medan Uhud. Tubuhnya begitu rusak ketika diperiksa. Kurang lebih terdapat delapan puluh luka akibat tebasan pedang dan panah di tubuhnya. Hanya saudara wanitanya yang dapat mengenalinya melalui ujung jemari tangannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s