Biarkan masa depan datang sendiri

Posted: February 17, 2011 in Nutrisi Kalbu
Tags: ,

Dikutip dari buku “Laa Tahzan”

{ telah pasti datangnya ketetapan ALLAH maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datangnya) }

( QS. An Nahl : 1 )

 

Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi !! apakah anda mau mengeluarkan kandungan sebelum waktunyadi lahirkan atau memetik buah-buahan seebelum masak ?? hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba, belum berwujud, dan tidak memiliki rasa dan warna. Jika demikian mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpanya, dan meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya ?? bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan ??

Yang jelas hari esok masih ada dalam alam ghaib dan belum turun ke bumi. Maka tidaklah sepantasnya kita menyeberangi sebuah jembatan sebelum sampai di atasnya. Sebab siapa yang tahu bahwa kita akan sampai atau tidak pada jembatan itu. bisa jadi kita akan terhenti jalan kita sebelum sampai ke jembatan itu atau mungkin pula jembatan itu hanyut terbawa arus terlebih dahulu sebelum kita sampai di atasnya. Dan bisa jadi pula kita akan sampai pada jembatan itu dan kemudian menyeberanginya.

Dalam syariat, memberi kesempatan kepada pikiran untu memikirkan masa depan dan membuka-buka alam ghaib dan kemudian terhanyut dalam kecemasan-kecemasan yang baru di duga darinya, adalah sesuatu yang tidak di benarkan. Pasalnya hal itu termasuk thulul amal ( angan-angan yang terlalu jauh ). Secara nalar tindakan itupun tak masuk akal karena sama halnya dengan berusaha perang melawan bayang-bayang. Namun ironis kebanyakan manusia di dunia ini justru banyak yang termakan oleh ramalan-ramalan tentang kelaparan ,kemiskinan ,wabah penyakit, dan krisis ekonomi yang kabarnya akan menimpa mereka padahal semua itu hanyalah bagian dari kurikulum yang diajarkan di “sekolah-sekolah setan”

{ setan menjanjikan (menakut-nakuti ) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan ( kikir ) sedang ALLAH menjanjikan untukmu ampunan daripadaNYA dan karunia }

( QS. Al-Baqarah : 268 )

 

Mereka yang menangis sedih menatap masa depan adalah yang menyangka diri mereka akan hidup kelaparan, menderita sakit selama setahun dan memperkirakan umur dunia ini tinggal seratus tahun lagi. Padahal orang yang sadar bahwa usia hidupnya berada di genggaman yang lain tentu tidak akan menggadaikannya untuk sesuatu yang tidak ada. Dan orang yang tidak tahu kapan akan mati tentu salah besar bila justru menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada dan tak berwujud.

Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya, jangan pernah menanyakan kabar beritanya dan jangan pernah pula menanti serangan petakanya sebab hari ini anda sudah sangat sibuk.

Jika anda heran maka lebih mengherankan lagi orang-orang yang berani menebus kesedihan suatu masa yang belum tentu matahari terbit didalamnya dengan bersedih pada hari ini. Oleh karena itu hindarilah angan-angan yang berlebihan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s