Yang lalu biarlah berlalu

Posted: February 17, 2011 in Nutrisi Kalbu
Tags: ,

Dikutip dari buku “Laa Tahzan”

Mengingat dan mengenang masa lalu kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat lalu di simpan dalamruang “penglupaan” diikat dengan tali yang kuat dalam penjara “pengacuhan”selamanya. Atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi ,keresahan tak akan mampu memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu atau dibawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu !! apakah anda ingin mengembalikan air sungai  ke hulu, matahari ke tempatnya terbit ,seorok bayi ke perut ibunya, dan air mata ke dalam kelopak mata ?? ingatlah , keterikatan anda dengan masa lalu , keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya , dan kedekatan jiwa anda pada pintunya adalah kondisi yang sangat naif , ironis ,memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan ,mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al Qur’an setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, ALLAH selalu mengatakan “itu adalah umat yang lalu” begitulah ketika suatu perkara habis , maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung atau orang yang menggergaji serbuk kayu.

Syahdan nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian : “janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya “dan konon kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini “mengapa engkau tidak menarik gerobak ??”

“aku benci khayalan” jawab keledai

Adalah bencana besar manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya angin akan selalu berhembus  ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu janganlah pernah melawan sunnah kehidupan !!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s