Eksplorasi Perasaan dalam komunikasi therapeutik

Posted: February 19, 2011 in Materi Keperawatan

EKSPLORASI PERASAAN

 

Komunikasi therapeutic adalah suatu pengalaman bersama antara perawat-klien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien. Maksud komunikasi adalah mempengaruhi orang lain. Kalthner ,dkk ( 1995 ) bahwa komunikasi therapeutic terjadi dengan tujuan menolong pasien yang dilakukan oleh orang-orang yang professional dengan menggunakan pendekatan personal berdasarkan perasaan dan emosi.didalam komunikasi therapeutic ini harus ada unsur kepercayaan.

Komunikasi therapeutic merupakan komunikasi interpersonal, artinya komunikasi antara orang-orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung baik verbal dan non verbal ( Mulyana, 2000 )hubungan perawat-klien yang therapeutic adalah pengalaman belajar bersama dan pengalaman perbaikan emosi bagi klien.dalam hal ini, perawat memakai dirinya secara therapeutic dan memakai tehnik komunikasi agar prilaku klien berubah kea rah yang positif seoptimal mungkin.

Analisa diri perawat adalah kemampuan perawat dalam menilai aspek-aspek yang dimiliki dalam dirinya agar dapat melakukan kemampuan diri secara therapeutic kepada klien. Salah satu aspek analisa kesadaran diri perawat dalam komunikasi therapeutic adalah eksplorasi perasaan.

Eksplorasi adalah tehnik untuk menggali perasaan ,pikiran dan pengalaman klien. Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri atau tidak  mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan tehnik ini memungkinkan klien untuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam.

Eksplorasi bertujuan untuk mencari atau menggali lebih jauh atau lebih dalam masalah yang dialami klien ( Antai-Otong dalam Suriyani, 2005 ) tehnik ini bermamfaat pada tahap kerja untuk mendapatkan gambaran yang detail tentang masalah yang dialami klien.terdapat 3 jenis tehnik eksplorasi yaitu :

  1. Eksplorasi perasaan, yaitu tehnik untuk menggali perasaan klien yang tersimpan. Contoh “Bisakah anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan…”
  2. Eksplorasi pikiran, yaitu tehnik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien. Contoh : “ saya yakin anda dapat menjelaskan lebih lanjut ide anda tentang sekolah sambil bekerja”
  3. Eksplorasi pengalaman, yaitu keterampilan atau tehnik untuk menggali pengalaman-pengalaman klien. Contoh : “ saya terkesan dengan pengalaman yang anda lalui, namun saya ingin memahami lebih jauh tentang pengalaman tersebut dan pengaruhnya terhadap pendidikan anda”.

EKSPLORASI PERASAAN

Agar perawat dapat berperan efektif dan therapeutic, ia harus menganalisa dirinya melalui eksplorasi perasaan. Seluruh prilaku dan pesan yang disampaikan perawat ( verbal dan non verbal ) hendaknya bertujuan therapeutic untuk klien.dengan mengenal dan menerima diri sendiri, perawat akan mampu mengenal dan menerima keunikan klien.analisa hubungan intim yang therapeutic antara perawat klien perlu dilakukan untuk evaluasi perkembangan huibungan dan menentukan tehnik dan keterampilan yang tepat dalam setiap tahap untuk mengatasi masalah klien dengan prinsip disini dan saat ini ( here and now )

Eksplorasi perasaan yaitu mengkaji atau menggali perasaan-perasaan yang muncul sebelum dan sesudah berinteraksi dengan orang lain , dimana eksplorasi perasaan membantu seseorang untuk mempersiapkan objektif secara komplit dan sikap yang sangat berpengaruh.ini menggambarkan tentang ketidakbenaran. Objektif yang komplit dan sikap yang sangat berpengaruh dijabarkan sebagai seseorang adalah tidak responsif, kesalahan, mudah ditemui, tidak mengenai orang tertentu dimana mutu hubungan therapeutic perawat sangat terbuka, sadar dan kontrol diri, akal, perasaan dimana dapat membantu pasien.

Sebagai perawat, kita perlu terbuka dan sadar terhadap perasaan kita dan mengontrolnya agar kita dapat menggunakan diri kita secara therapeutic. Jika perawat terbuka pada perasaannya maka ia akan mendapatkan dua informasi penting, yaitu bagaimana responnya pada klien dan bagaimana penampilannya pada klien sehingga pada saat berbicara dengan klien, perawat harus menyadari responnya dan mengontrol penampilannya.bagaimana perasaan perawat terhadap proses interaksi berpengaruh terhadap respon dan penampilannya yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap perasaan klien ( Stuart, GW, 1998 )

Seorang perawat yang merasa cemas pada saat interaksi akan tampak pada ekspresi wajah dan prilakunya. Kecemasan perawat ini akan membuat klien merasa tidak nyaman dan karena adanya untuk pemindahan perasaan ( transfer feeling ) mungkin klien juga akan menjadi cemas dan hal ini akan mempengaruhi interaksi secara keseluruhan.

Perasaan perawat merupakan tujuan penting dalam membantu pasien.perasaan merupakan tolak ukur untuk umpan balik dan hubungan dengan orang lain,membantu orang lain.perawat akan menggunakan perasaan-perasaanya, kurang memperhatikan kebutuhan pasien, tidak menepati janji sehingga pasien mengalami kemunduran, distress sehingga pasien tidak mau menemui, marah karena pasien banyak permintaan atau manipulasi dan kekuatan karena pasien terlalu tergantung pada perawat.

Perawat harus terbuka akan perasaan pasien dan bagaimana perawat mengerti akan pasien serta bagaimana pendekatan dengan pasien. Perasaan perawat adalah petunjuk tentang kemungkinan nilai dari masalah pasien.

 

 

 

 

 

 

TEHNIK EKSPLORASI PERASAAN

PERASAAN TP J KK S
Keras kepala        
Cinta        
Marah        
Cemburu        
Kesah        
Terima kasih        
Memalukan        
Hati-hati        
Menantang        
Bingung        
Cemas        
Seksi        
Frustasi        
Kagum        
Puas        
Sedih        
Senang        
Takut        
Basah        
Bangga        
Depresi        
Malu        
Kesepian        
Bersalah        
Sabar        
Pasrah        
Gairah        
menghargai        

Keterangan :

TP        :           Tidak Pernah                           KK        :           Kadang-kadang

J           :           Jarang                                     S          :           Sering

 

Tehnik tersebut diatas tidak untuk membuat penilaian, namun sebagai upaya individu atau klien untuk jujur dan berani mengungkapkan perasaannya. Dan ungkapan-ungkapan perasaan tersebut terpais dapat mengidentifikasi apakah perasaan klien positif atau negative. Bila perasaan positif, terapis ( perawat ) perlu mendukung dan mengembangkan perasaan tersebut dan sebaliknya bila perasaan negative maka perlu mengarahkan dan memberikan alternative agar klien dapat mengelola perasaannya.

KESIMPULAN

  • Perawat harus menganalisa dirinya melalui eksplorasi perasaan sehingga nantinya dapat berperan secara efektif dan terapeutik
  • Dengan eksplorasi perasaan, perawat dapat menyadari dan mengontrol perasaannya sehingga dapat menggunakan dirinya secara terapeutik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s