Sebuah  Penantian


Engkau bagaikan oase di Padang Sahara

Menguasai kalbu di kerajaan hati

Hati gundah, jiwa meronta

Wahai jiwa yang kuimpikan

Akankah engkau hadir dalam penantian

Hati gelisah kian memendam

Laksana batin kian tersiksa

Rintihan batin nan penuh harap

Sejuta impian akan terwujud

Meski hati kian menggolak

Dalam penantian yang tak berujung

Created by,

Zahrah25yit@

 

 

 

SAHABATKU


Terangnya kemilau sang bimtang

Tak mampu menandingi

Terangnya cahaya kasih sayang

Yang kuberikan pada kalian

Ketika kalian hadir dalam hidupku

Terasa indah temani sepi

`                                           Kalian segalanya bagiku

Setiap hari kita bersama

Menjalani hari-hari bersama

Denagn canda tawa

Aku berharap

Aku selalu ada di bayang-bayang kalian

Menghilang tanpa jejak

Berlari tanpa bayang

Lihat aku di sini

Aku berharap

Persahabatan kita

Sampai besok

Karena kalianlah

Teman sejatiku

Created by

Adelia Juli Kardika

 

 


KASIHMU IBU


Ibu  . . .

Engkau pelita dalam kelamnya hidupku

Engkau cahaya yang menyinari setiap pijaranku

Engkaulah sumber segala inspirasiku

Ibu  . . .

Betapa besar pengorbananmu

Kau torehkan aku arti kehidupan

Di setiap tapakan langkahku

Ibu  . . .

Apa yang bisa kuberikan?

Apa yang bisa kulakukan,

Untukmu ibu?

Ibu  . . .

Bukan intan yang kuberi

Buka pula berlian,

Untukmu mutiara hatiku

Hanya lewat puisi sederhana,

Senandung dari lubuk hatiku,

Kupersembahkan sebagai tanda, cintaku padamu

Created by,

SISKA

 

 


KEMBALI


Sering kali terbesit kerinduan

Di hati kecil ini

Akan . . .

Hidup dengan ridho-Mu

Hidup dengan kasih-Mu

Hidup dengan cinta-Mu

Merupakan kebahagiaan tak hingga,

bagi diri ini yang masih hidup

Karena nafas yang kau beri

Sungguh kuasa diri-Mu

dan . . .

Bila sudah tiba  waktunya kuberpulang pada-Mu

Panggil aku dalam keadaan mencinta-Mu

Created by,

Lianti

 

 


IBU


Ibu . . .

Ketika kau kandung

Hembusan nafasmu menjadi sumber nafasku

Sekitar 9 bulan kau terlunta-lunta

Ibu . . .

Ketika ku akan dilahirkan

Kau hadapkan jiwamu pada maut

Demi kelahiranku

Ibu . . .

Ketika ku belia

Kau menjadi cahaya di setiap langkahku

Tanpa keputusasaanmu

Ibu . . .

Begitu besar pengorbananmu bagiku

Andaikan ada penyembahan setelah Allah

Pastilah ku bersujud untukmu . . . Ibu

Created by,

Yuniska

 

 

 


MAWAR


Ku insan yang terkapar tak berdaya,

Tanpa sandaran

Ku bukan dinding yang kokoh

Tiang yang kuat

Melainkan ku hanya mawar

Di tepian jalan

Yang tumbuh tak diinginkan

Setiap yang melihatnya

Ingin memetiknya

Meski ku berduri

Parasku tetap indah

Sastrawanpun tak dapat mendetailkan

Indahnya dengan bahasa pena

Pelukis saja tak dapat menulisnya di atas

Kanvas

Tapi pernahkah Sipemetik berpikir

Duri itu pelindung goresan luka

Yang kau persembahkan

Ku bukan lampu di persimpangan jalan

Yang berdiri kokoh dan tegar menerangi Sang malam

Karena ku insan biasa yang begitu lelah

Created by,

Sulvina

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s