SI RAKUS

Posted: March 22, 2011 in Nutrisi Kalbu
Tags: , , ,

 

Dahulu ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi Isa. Ia ingin sekali bersahabat dengan beliau, karena itu ia berkata :

“aku ingin sekali bersahabat denganmu dan selalu bersamamu keman saja engkau pergi”.

Jawab Isa a.s :

“baiklah kalau demikian”.

Pada suatu hari berjalanlah keduanya ditepi sungai dan makanlah berdua tiga potong roti ,Nabi Isa a.s satu potong dan satu potong untuk orang itu ,sisa satu potong. Kemudian ketika Nabi Isa a.s pergi minum ke sungai dan kembali ,roti yang sepotong itu tidak ada ,lalu beliau bertanya kepada sahabatnya :

“siapakah yang mengambil sepotong roti tadi…?”

Jawab sahabat itu :

“aku tidak tahu”.

Maka berjalanlah keduanya ,tiba-tiba melihat rusa dengan kedua anaknya ,maka dipanggillah salah satu dari anak rusa itu lalu disembelihnya dan dibakar kemudian dimakan berdua lalu Nabi Isa a.s menyuruh anak rusa yang telah dimakan itu supaya hidup kembali maka hiduplah ia dengan izin Allah, kemudian Nabi Isa a.s bertanya :

“demi Allah ,yang memperlihatkan padamu bukti kekuasaanNya itu ,siapakah yang mengambil sepotong roti itu….??”

Jawab sahabatnya :

“ aku tidak tahu”

Kemudian keduanya meneruskan perjalanannya hingga sampailah ia ke tepi sungai lalu Nabi Isa a.s memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan di atas air hingga sampai ke seberang ,lalu ditanyalah sahabatnya itu sekali lagi :

“Demi Allah yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaanNya ini, siapakah yang mengambil roti itu…???”

Sahabat itu menjawab :

“Aku tidak tahu”.

Kemudian berjalanlah keduanya dan ketika berada di hutan dan keduanya sedang duduk-duduk ,Nabi Isa a.s mengambil tanah dan kerikil,lalu diperintahkan :

“jadilah emas dengan izin Allah”

Maka dengan tiba-tiba tanah dan kerikil itu berubah menjadi emas, lalu dibagi menjadi tiga bagian, kemudian beliau berkata :

“ Untukku sepertiga ,dan kamu sepertiga sedang sepertiga sisanya ini untuk orang yang mengambil roti”.

Segera sahabat itu menjawab :

“Akulah yang mengambil roti itu”.

Nabi Isa a.s berkata :

“maka ambillah semua bagian ini untukmu” .

Lalu keduanya berpisah.kemudian orang itu didatangi oleh dua orang yang akan merampok harta orang itu dan membunuhnya ,lalu orang itu (sahabat Nabi Isa a.s ) berkata :

“lebih baik kita bagi tiga saja”.

Ketiganya menjadi setuju ,lalu menyuruh salah seorang untuk pergi ke pasar berbelanja makanan maka timbul perasaan orang yang berbelanja itu dan berkata dalam hatinya :

“Untuk apa aku membagi Uang/harta ,lebih baik makanan ini saya isi racun saja biar keduanya mati, dan saya bisa mengambil semua harta itu”.

Lalu diberinya racun makanan itu ,sementara orang yang tinggal itu berkata :

“Untuk apa kita membagi harta ini lebih baik jika ia datang kita bunuh saja, lalu harta ini kita bagi dua”.

Maka keduanya setuju sehingga ketika datang orang yang berbelanja itu, segera dibunuh oleh keduanya lalu hartanya dibagi menjadi dua, kemudian keduanya makan dari makanan yang beracun itu ,maka matilah keduanya dan tinggallah harta itu dihutan sedang mereka bertiga mati disekitar harta itu.

Kemudian ketika Nabi Isa a.s berjalan di hutan dan menemukan ( melihat ) hal itu iapun berkata kepada sahabat-sahabatnya :

“inilah contohnya dunia ,maka berhati-hatilah kamu kepadanya”.

Demikian cerita diatas cerita yang baik sekali untuk dibuat cermin bagi orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah,agar kita selaku hambaNya jangan sampai tergila-gila oleh kesenangan dunia yang menjerumuskan itu.

Dalam surat Al Hadid ayat 20 ,Allah SWT melukiskan kehidupan dunia ini dengan perumpamaan yang rendah. Hal itu bukan berarti untuk meremehkan sama sekali kehidupan dunia ini tapi sebagai satu peringatan jangan sampai manusia menyangkutkan hatinya kepada kenikmatan yang sifatnya sementara itu.

Dalam ayat itu tadi sekaligus digambarkan pula tentang kenikmatan kehidupan akhirat kelak bagi orang-orang yang berbuat kebajikan di dunia ini, suatu kehidupan yang penuh kasih sayang ,ampunan dan ridha Ilahi.

Dalam menghadapi dan menanggapi kehidupan dunia ini terdapat tiga macam pandangan hidup dikalangan kaum Muslimin :

Pertama : yang menjadikan dunia ini sebagai tujuan hidup. Nafasnya yang turun naik hanya memikirkan dan memburu kenikmatan hidup di dunia saja. Mencari kekayaan ,kemegahan, kedudukan ,kekuasaan, dsb.hidupnya hanya semata untuk memuaskan hawa nafsu dan ambisi yang harus dikejar walaupun dengan cara yang curang kalau perlu dengan cara merampok.

Kedua : yang menjadikan dunia ini sebagai jembatan hidup. Dia menerima kesenangan dan kenikmatan dunia ini tapi hanya sekedar seperlunya saja agar pikirannya tenang , kedudukannya teguh dan jasmaninya sehat untuk berbakti kepada sang Pencipta dan berbuat kebajikan terhadap sesama manusia. Yang menjadi tujuannya yang pokok ialah kenikmatan kehidupan diakhirat kelak ,kehidupan yang kekal dan abadi yang tidak ada ujung, dan akhirnya lagi. Ia hidup lebih banyak untuk hari esok bukan untuk hari ini.

Ketiga : yang menjadikan dunia ini sebagai penjara hidup. Dia tidak mau tahu dengan nikmat yang ada di dunia ini. Seluruh hidupnya dipusatkannya untuk berbakti dan beramal secara nonstop sampai-sampai tidak ada temponya bergaul dengan sesama manusia atau bahkan dengan istri, mengurus anak, mendekati tetangga mengurus urusan kemasyarakatan dsb.dia bersedia hidup melarat ,dunia ini baginya hanyalah laksana penjara.

Nah, dari sikap hidup yang tiga itu ,maka pilihan bagi seorang mukmin tidak ada lain kecuali hidup yang kedua sebagai konsep yang menjadikan dunia ini sebagai jembatan hidup. Dia tidak bermasa bodoh terhadap kenikmatan kehidupan dunia ini malah di usahakannya  agar dia mendapat kehidupan yang layak.tapi semua itu hanyalah sebagai jembatan/batu loncatan untuk menguatkan hatinya dalam berbakti dan beramal agar mendapat maghfirah dan ridha Ilahi di akhirat nanti.

“Karena itu jadikanlah dunia itu berlutut kepadamu, jangan engkau yang berlutut kepadanya ( menjadi budaknya )”.

WASSALAM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s